BERANDAKABAR KALTENGKEMBALI KEBERANDA

BPS Kalteng : Perekonomian Kalteng Menguat, PDRB Capai Rp 222,9 Triliun di 2024

449
×

BPS Kalteng : Perekonomian Kalteng Menguat, PDRB Capai Rp 222,9 Triliun di 2024

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya, kahayanpost.com – Perekonomian Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan hasil yang positif sepanjang tahun 2024 dengan pertumbuhan mencapai 4,46 persen.

“Secara tahunan (y-on-y), ekonomi Kalimantan Tengah mencatatkan peningkatan sebesar 4,43 persen, sementara jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (q-to-q), terjadi lonjakan yang signifikan sebesar 8,29 persen,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tebgah, Agnes Widiastuti.

Hal tersebut ia sampaikan dalam siaran resmi statistik yang dilaksanakan bertempat di ruang pertemuan BPS Kalteng, Jalan Kapten Piere Tandean, Palangka Raya pada Rabu (5/2/2025).

Pada tahun 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Kalimantan Tengah tercatat mencapai Rp. 222,9 triliun.

Sedangkan, berdasarkan harga konstan 2010, PDRB Kalimantan Tengah berada di angka Rp. 118,7 triliun. Sektor-sektor utama yang berkontribusi terhadap perekonomian Kalimantan Tengah antara lain Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yang menguasai 22,36 persen dari total PDRB ADHB.

Disusul oleh Industri Pengolahan sebesar 15,75 persen, Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 12,48 persen, serta Pertambangan dan Penggalian yang menyumbang 10,68 persen. Gabungan dari empat sektor ini mencakup lebih dari 60 persen perekonomian wilayah tersebut.

Berdasarkan komponen pengeluaran, sektor ekspor barang dan jasa memegang peranan besar dengan kontribusi 52,37 persen. Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memberikan kontribusi sebesar 38,31 persen, diikuti oleh konsumsi rumah tangga dengan 37,49 persen.

“Walaupun sektor impor barang dan jasa berfungsi sebagai pengurang, kontribusinya masih signifikan mencapai 42,88 persen,” lanjut Agnes.

Dari sisi produksi, sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tercatat mengalami pertumbuhan tercepat dengan angka 9,18 persen, diikuti oleh sektor Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh 9,12 persen, serta Pengadaan Air dan Pengelolaan Sampah yang tumbuh 8,85 persen.

Jika dilihat dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) menjadi pendorong utama dengan masing-masing tumbuh 16,54 persen dan 10,30 persen.

Secara spasial, meskipun Provinsi Kalteng berada di posisi keempat dalam kontribusi ekonomi di Pulau Kalimantan dengan persentase 12,28 persen, Kalimantan Timur tetap mendominasi dengan kontribusi terbesar, yakni 47,29 persen, pada tahun 2024.

Sementara itu Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Provinsi Kalteng Sri Widanarni menyampaikan, bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalteng pada 2024, tidak lepas dari sejumlah program yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Kedepannya kita berharap dengan adanya koordinasi antara stakeholder terkait, dapat menjadi faktor penting dalam rangka meningkatkan perekonomian khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah,” tuturnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *