BERANDAKABAR KALTENGKEMBALI KEBERANDA

Opera Dayak Nyai Nyalong Apoi 2: Merangkai Legenda dalam Panggung Kesenian

141
×

Opera Dayak Nyai Nyalong Apoi 2: Merangkai Legenda dalam Panggung Kesenian

Sebarkan artikel ini

‎Palangka Raya, kahayanpost.com — Pertunjukan Opera Dayak Nyai Nyalong Apoi 2: Penumpasan Raja Asang Bukut yang dipersembahkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah berhasil menghibur penonton, bertempat di UPT Taman Budaya Kalteng Jalan Temanggung Tilung XIII Palangka Raya, Jum’at (26/9/2025).

‎Pertunjukan ini menghadirkan kisah perjuangan rakyat Dayak melawan penindasan, sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya daerah.

‎Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menyampaikan apresiasi untuk pementasan tersebut.

‎”Dayak Opera ini bukan hanya hiburan, melainkan juga pembelajaran tentang sejarah, nilai keadilan, dan kebijaksanaan,” ujar Yuas.

‎Kisah yang diangkat menampilkan sosok Nyai Nyalong Apoi, perempuan sakti yang memimpin rakyat menentang kekuasaan semena-mena Raja Asang Bukut.

‎Tokoh ini digambarkan sebagai simbol keberanian, keteguhan, serta peran penting perempuan dalam perjuangan.
‎Selain menampilkan kekuatan seni pertunjukan, Opera ini juga menyampaikan pesan moral tentang perlawanan, persatuan, dan penghormatan pada peran perempuan dalam sejarah.

‎Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D. Binti, menyampaikan ini adalah wujud komitmen pihaknya untuk memberdayakan memajukan SDM di bidang seni dan budaya.

“Serta dalam kesempatan ini masyarakat diharapkan dapat menyaksikan opera dayak sebagai salah satu kekayaan seni budaya yang dimiliki oleh Kalimantan Tengah,” ujarnya.

‎Sementara itu Sutradara Dayak Opera, Arbendi I. Tue menyampaikan bahwa melalui hal tersebut pihaknya ingin memperkenalkan Dayak ke mata dunia, yang selama ini berhasil dipertunjukkan oleh Malaysia.

“Jadi kita ingin melalui Dayak Opera, orang-orang tahu bahwa Opera Dayak ini punya Indonesia,” ucap Arbendi.

‎Ia menambahkan, pihaknya ingin Dayak Opera sama seperti opera Italia, yang bisa mendunia bahkan mereka menargetkan untuk pentas di Singapura.

‎”Ya, ini untuk produksi kami sudah kesekian kali dan ini Dayak Opera adalah opera pertama yang ada di Indonesia dan satu-satunya di Asia Tenggara,” tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *